Kesibukan seringkali membuat tidur kita terganggu, atau
tidak nyenyak. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang sering bekerja hingga
larut malam, tetapi juga ibu rumah tangga yang harus merawat putra-putrinya.
Namun kita sering mendengar mitos, sesuatu yang belum bisa dibuktikan
kebenarannya, mengenai tidur yang membuat kita memutuskan sesuatu. Misalnya,
tidak apa-apa jika beberapa hari ini tidur kita kurang, toh hari Sabtu dan
Minggu kita bisa tidur lebih banyak. Sering melakukannya? Agar tidak terjerumus
dengan berbagai mitos seputar tidur ini, mari kita lihat apa yang sering kita
dengar seputar tidur.
Benarkah orang tua tidur lebih sedikit dari anak-anak?
Benarkah tidur siang berarti malas? Masalah tidur tak bisa dianggap remeh
karena berdampak pada kualitas hidup seseorang. Berikut mitos dan fakta seputar
tidur.
- Persentase pria memimpikan
wanita hanyalah 30%, 70% sisanya lebih banyak memimpikan pria lain,
meskipun belum tentu dalam konteks seksual. Persentase wanita memimpikan
pria dan wanita berimbang, sama-sama 50%.
- Manusia hanya bisa
memimpikan orang-orang yang sudah pernah dilihat dalam kehidupan nyata.
- Orang-orang yang tak pernah
bermimpi dalam tidurnya kemungkinan besar memiliki personality
disorders.
- Anda bisa bertahan 2 minggu
tanpa makanan, namun 10 hari tanpa tidur—it’s the end of your life,
literally.
- Salah satu kemampuan yang
harus dimiliki tentara Inggris adalah bertahan selama 36 jam atau 1,5 hari
tanpa tidur.
- Saat bermimpi, tunanetra
juga dapat melihat bayangan/gambar.
- Umumnya, 5 menit setelah
bangun tidur, Anda akan melupakan 50% dari mimpi Anda semalam. 10 menit
setelah bangun tidur, 90% mimpi Anda akan ‘hilang’ dari ingatan.
- Parasomnia adalah penyakit
yang menyebabkan seseorang melakukan hal-hal tanpa disadarinya saat sedang
tidur, misalnyasleepwalking.
- 1 dari 4 pasangan suami
istri tidur di tempat tidur terpisah.
- 1 dari 50 remaja masih
mengompol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar