Rabu, 05 Desember 2012

Apakah Transferfactor itu?...apa pentingnya bagi sistem kekebalan tubuh kita

1. Apakah Tranferfactor itu?
Tranfer Factor adalah zat molekul sangat halus yang bijak (immune IQ) yang terdapat dalam kolostrum (susu awal). Ia bertindak sebagai pemberi informasi kepada sistem kekebalan tubuh. Setiap mamalia (manusia atau hewan) yang menyusui anaknya akan mengirimkan informasi kepandaian sistem imun seluruh hidupnya kepada anaknya melalui susu awal yang dinamakan kolostrum. Transfer factor adalah “Senjata Pamungkas Sistem Kekebalan Tubuh” yang paling berharga di dalam kolostrum

2. Apakah Kolostrum Itu?
Kolostrum adalah susu yang dihasilkan induk mamalia dalam 3×24 jam pertama setelah melahirkan (pascapersalinan)


3. Apakah yang di maksud dengan Sistem Kekebalan Tubuh?

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari banyak komponen. Semua komponen tersebut akan bekerja secara serentak manakala tubuh mendapatkan serangan dari penyakit yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh kita sendiri. Kerja sistem imun tubuh kita secara sederhana terbagi dalam 3 kelompok :
  • Sistem pertahan tubuh awal : contohnya, kulit, rambut di kulit, air mata
  • Sistem pertahanan tubuh non spesifik (alamiah) : adalah sistem yang paling cepat bereaksi ketika ada serangan virus, bakteri atau mikroba dari luar.
  • Sistem pertahanan spesifik (dapatan) : sistem ini baru bekerja ketika perlawanan sistem imun alami kita tidak cukup dan bekerja menurut jeniis serangan virus atau  bakteri yang terjadi. Yang bekerja pada sistem ini adalah Limfosit T & B. Hasil kerja sistem inilah yang berbentuk antibodi (IgG dan IgM).
Sistem kekebalan tubuh berkembang sesuai dengan perkembangan tubuh kita, pada waktu bayi umumya sistem kekebalan tubuh masih belum banyak berkembang, beberapa komponen masih belum dapat bekerja optimal. Dengan bertambahnya usia dari anak-nak menuju remaja hingga dewasa, sistem kekebalan tubuh berkembang untuk bekerja lebih optimal. Tetapi memasuki usia tua, sistem kekebalan tubuh menurun kembali. Oleh karena itu, anak-anak dan lansia mudah sekali terkena penyakit.

Pada prinsipnya, orang dengan kondisi sistem kekebalan tubuh dalam keadaan prima, tidak mudah terkena infeksi, akan tetapi jika pada saat tertentu sistem kekebalan tubuh terganggu atau tidak bekerja dengan baik, maka infeksi oleh bakteri, virus atau jamur mudah masuk ke dalam tubuh.

Banyak faktor yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh terganggu, di antaranya: stress, kurang gizi, terlalu lelah, dsb. Untuk mengatsinya diperlukan pola hidup sehat, antara lain : cukup istirahat, makan bergizi seimbang, tidak stress, menghindari lingkungan yang dapat mengakibatkan sakit dan bila perlu mengkonsusmsi obat atau suplementasi yang dapat menguatkan sistem kekebalan (daya tahan) tubuh



4.Apakah yang dimaksudkan dengan ‘kepintaran sistem imun'?
Saat Sistem kekebalan tubuh menghadapi serangan jutaan virus, mikroba, bakteri, parasit dan racun, 
gambaran rupa musuh-musuh itu akan di simpan dalam ingatan molekul halus yang dinamakan
Transfer FactorTransferfactorbertindak sebagai “kamera penyimpan informasi” bentuk rupa 
jenis - jenis kuman, virus, bakteri dsb.

5. Apakah yang mendorong para ilmuwan untuk mencari Transfer factor 
    dalam kolostrum?
    Melalui pengamatan, mereka mendapatkan bahwa anak-anak sapi yang tidak diberi susu   
    awal ibunya selepas dilahirkan akan mati dalam beberapa hari, walaupun terdapat banyak 
    makanan-makanan lain yang diambilnya. Infeksi dari serangan kuman, virus dan bakteri 
    adalah penyebapnya. Ilmuwan mendapatkan bahwa anak-anak lembu yang baru dilahirkan 
    tidak mempunyai sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh yang terbentuk dan tidak 
    mengenali rupa-rupa jenis kuman, virus, bakteri dsb. Dengan adanya 4life Transferfactor
    sistem imun tubuh anak-anak lembu dapat mengenali musuh-musuhnya, lantas dapat 
    mempertahankan diri dari serangan.

7. Jika Transfer Factor terdapat dalam kolostrum, mengapa tidak menkonsumsi    
    kolostrum saja?
  • Kolostrum mengandungi banyak antibody (protein susu yang kasar), sesuai untuk anak      sapi , yaitu protein dan immunoglobulin, yang bisa membawa aIlergi pada manusia    sedangkan Transfer Factor tidak membawa pada alergi karena sudah melalu proses     ekstraksi.

  • Transfer Factor tidak di tujukan untuk mamalia tertentu, ia bermakna  sama untuk    manusia maupun marnalia lain (non spesies spesific). Kolostrum juga hanya mengandung sedikit saja Transfer Factor, dan anda harus mengambil 22,500mg kolostrum untuk mendapatkan 300mg Transfer Factor
  • lni bermakna 1 kapsul Transfer Factor adalah sama kekuatannya dengan 30  kapsul kolostrum
8. Mengapa Sapi dipilih sebagai sumber Transfer factor 4life ?
Sapi mempunyai susu awal yang cukup banyak. Transfer factor tidak ditujukan kepada jenis tertentu, boleh digunakan oleh manusia walaupun sumbernya adalah dari mamalia lain. Sapi juga lebih kuat menghadapi serangan-serangan penyakit seperti kotoran, kuman, virus, hama, bakteri, dan sebagainya, menjadikan sistem imunnya jauh lebih kuat dari manusia. lni bermakna Transfer factor dari unsur kolostrum lembu mempunyai banyak “memori” dan “kepintaran” dalam mendidik dan merangsang sistem imun.

9. Adakah kemungkinan Transfer factor 4life atau kolostrum dicemari oleh kuman sapi gila (mad cow disease)?
  • Tidak mungkin. pakar-pakar tentang penyakit sapi gila telah mengesahkan bahwa kuman BSE (bovine spongifonn encephalopathy) tidak masuk ke saluran mamalia ke kolostrum. Pemeriksaan kepada semua sapi yang diserang penyakit sapi gila, tidak satu pun yang mempunyai susu yang terjangkit kuman. Para saintis juga mendapatkan bahwa kesan jangkitan kuman pada tahap terakhir berada di otak dan tulang belakang sapi. Tidak pernah terdapat susu yang mengandung kuman BSE.

  • World Health Organization (WHO) memberi pernyataan: “Ujian terhadap susu sapi yang mengandung kuman BSE tidak menunjukkan. Susu dan produk-produk yang diperoleh dari susu telah disahkan selamat dan bebas dari jangkitan kuman walaupun di negara yang mempunyai banyak insiden penyakit sapi gila (Great Britain).”





Tidak ada komentar:

Posting Komentar