TF bukan Vitamin, Mineral, Enzim, Herbal, Kolostrum,
Obat, Steroid, atau Hormon. TF adalah molekul-molekul kecil yang dapat
ditemukan ditubuh semua mamalia (manusia, sapi, monyet, dsb) dan unggas. TF
terdapat dalam kolostrum (kolostrum adalah susu awal yang terdapat 1 – 3 hari
setelah induk/ibu melahirkan). Fungsi dari TF adalah untuk membawa
informasi-informasi penting kepada system imun (system yang digunakan untuk
menjaga/melawan bakteri-bakteri atau virus-virus).
- TRANSFER
FACTOR membawa informasi untuk mendidik system imun akan bahaya setiap
potensial penyakit atau penyakit yang sedang diderita.
- TRANSFER
FACTOR mempersenjatai system immune dan juga menggerakan mereka untuk
melawan setiap bakteri / virus berbahaya.
- TRANSFER
FACTOR membantu system immune manusia untuk menyimpan memory-memory yang
didapat untuk melawan setiap virus dan bakteri yang pernah menyerang tubuh
kita, dan akan menggunakan memory tersebut untuk menghadapi virus dan
bakteri yang sama di masa depan.
- TRANSFER
FACTOR sebagai modular system immune. Artinya bila system immune manusia
terlalu aktif (e.g. autoimmune disorder), maka TRANSFER FACTOR akan
menenangkan sehingga kembali normal. Sebaliknya ketika tubuh kita
kekurangan system immune, maka TRANSFER FACTOR akan meningkatkan sehinggal
kembali normal.
Pada tahun 1949 seorang dokter bernama Dr. H. Sherwood
Lawrence melakukan penelitian bahwa suatu immune dapat di donorkan melalui
pengekstrasian sel darah putih. Oleh karena itu dia melakukan pada 2 pasien TBC
; pada waktu itu ia menemukan bahwa sel darah putih (limfosit) pada seorang
pasien yang telah sembuh dari TBC dapat dipindahkan kepada pasien yang masih
terjangkit TBC. Namun, donor darah hanya dapat terjadi antar individu dengan
jenis darah yang sama, oleh karena itu, ia memutuskan untuk memisahkan limfosit
menjadi beberapa fraksi. Juga ia menemukan fraksi-fraksi dengan moleku yang
sangat kecil dimana mereka dapat mentransfer sensitivitas tuberkulin ke orang
lain. Molekul-molekul ini ia beri nama “Transfer Factor”.
Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dikeluarkan oleh
induk mamalia dalam 6-48 jam pertama setelah melahirkan. Dalam suatu penelitian
menyebutkan bahwa setiap anak sapi yang baru lahir dan tidak mendapatkan susu
sapi dari induknya akan mati. Hal ini membuat para peneliti berkeyakinan bahwa
induk sapi mentrasferkan informasi system immune ke tubuh anak sapi, dimana
informasi system immnue tersebut ada di susu sapi. Hal ini juga yang terjadi
pada setiap unggas dimana unggas-unggas tersebut akan memberikan immune ke
anaknya.
Selain itu, sapi mempunyai kolostrum lebih banyak
dibanding dari manusia. TF juga bersifat not species
specific, yang berarti ia bisa ditransferkan ke sesama mamalia ; bisa ditransferkan
ke manusia walaupun sumbernya bukan dari manusia. Sapi juga lebih banyak
mengenal virus, bakteri, jamur, hama, debu, dsb ; dikarenakan lingkungan
tinggal sapi lebih kotor dibanding dari manusia sehingga sistem imunnya lebih
kuat dibanding dengan manusia.
Q: Bila TF didapat dari kolostrum
sapi, bagaimana dengan orang-orang yang alergi terhadap susu “Lactose Intolerant”,
apakah berbahaya bila mereka mengkonsumsi TF ?
Tidak. Hal ini dikarenakan TF
tidak mengandung susu, gula susu (Lactose). Sistem esktraksi yang canggih milik
4Life research yang bisa membuat seperti itu. Yang terdapat didalam TF hanyalah
murni “Immune IQ” saja.
Tidak. Dikarenakan para ahli telah mengesahkan bahwa kuman BSE (Bovine Spongiform
Encephalopathy) tidak masuk ke saluran mammari kolostrum. Pemeriksaan juga
dilakukan pada semua sapi yang terjangkit penyakit sapi gila, ditemukan tidak
ada satupun susu dari sapi tersebut yang terjangkit dengan penyakit sapi gila
ini. Para ilmuwan juga mendapatkan bahwa efek jangkitan kuman pada tahap
terakhir berada pada otak dan tulang belakang sapi ; hal ini menyimpulkan tidak
ada susu dari sapi gila tersebut yang terjangkit kuman penyakit sapi gila.
Ya. Dikarenakan TF diperoleh
melalui proses mikrofiltrasi khusus yang dipatenkan. Kolostrum diambil dalam 24
– 48 jam pertama setelah induk sapi yang baru melahirkan menyusui anak sapi
yang baru lahir. Waktu itulah yang paling baik dalam pengambilan kolostrum
sebagai bahan pengekstrasian TF.
Kolostrum tersebut kemudian dipasteurisasi
(menggunakan mesin mikrofiltrasi dan dikeringkan menjadi bubuk. Proses
selanjutnya adalah microbial testing dan bilogical assay pada bubuk tersebut
untuk memastikan kandungannya. proses yang sama juga dilakukan pada kuning telur
(setelah dipisahkan dari putih telurnya). Proses ini kemudian dipatenkan secara
international dengan nomor 4.816.563 dan 6.486.534.
Ya. Karena fungsi antara
suplemen kesehatan (vitamin, herbal, enzim, dll) berbeda dengan TF. Suplemen
kesehatan tersebut hanya memberikan zat-zat pada sel, sedangkan TF memberikan
informasi kepada sistem imun untuk mengenal dan mengalahkan musuh-musuhnya.
Ya. Dengan penjelasan dari
TF itu sendiri ; TF tidak bertentangan dengan obat dokter. Sebaliknya,
mempercepat proses penyembuhan dikarenakan TF mendidik system imun, dimana
system imun tersebut yang akan membantu obat untuk mengalahkan virus-virus /
bakteri-bakteri penyebab penyakit.
Ya. Tidak ada laporan dari
pengguna selama ini pada pengkonsumsi TF ketika mereka sedang hamil. Namun,
tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter pribadi terlebih dahulu. TF advance plus tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil.
Q: Adakah kondisi tertentu
sehingga orang tersebut dilarang mengkonsumsi TF ??
Ya. Kondisi dimana orang
tersebut sudah mendapatkan transplantasi organ ke dalam tubuhnya: jantung,
kornea. Hal ini dikarenakan sifat TF tersebut, yaitu sifat mengenali benda
asing didalam tubuh yang bukan berasal dari tubuh asli dianggap sebagai musuh.
Hal ini menyebabkan TF akan menyerang organ transplantasi tersebut, dikarenakan
TF akan menganggap organ tersebut sebagai musuh dan harus dimusnahkan.
Tidak. Dikarenakan TF adalah
produk alami ; sehingga aman dikonsumsi dari bayi hingga orang dewasa.
Setiap hari. Dikarenakan tubuh kita memproduksi
sel-sel imun baru setiap harinya ; namun sistem-sistem imun tersebut belum
mendapatkan bekal informasi untuk melawan musuh. Oleh karena itu, kita perlu
memberikan pendidikan terhadap sistem imun baru tersebut menggunakan TF.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar