Selasa, 29 Mei 2012

Apa Kata Para Dokter Tentang 4Life Tranfer Factor?


Tranfer factor sendiri pada awalnya di temukan oleh seorang dokter Pada tahun 1949, Dokter H. Sherwood Lawrence. Simak penelitian dan komentar para dokter berikut:

1. Riset Dr. Darryl See Penggunaan Transfer Factor Pada Pasien Kanker
Pada pasien kanker, Transfer Factor mampu meningkatkan fungsi Natural Killer sel (NK cell) yang mampu berperan memerangi sel kanker.  Riset Dr Darryl See, peneliti dari University of California, Irvine, California,  terhadap 20 pasien menunjukan 16 pasien kanker stadium 3 dan 4 yang menjalani terapi TF mengalami pemulihan dan dalam kondisi stabil.  Dosis yang diberikan 9 kapsul TF Plus per hari selama 6 bulan . Riset itu mencatat  peningkatan fungsi NK-cell dari normal 6,4 menjadi 27,6 pada bulan keenam

2. Riset oleh Kisielevsky dan Khalturina
Sebuah Studi in vitro yang diusung Kisielevsky dan Khalturina dari Russian Cancer Research Center, Russian Academy of Medical Sciences (RAMS), Rusia.  Kedua peneliti itu membuktikan TF merangsang antitumor dan meningkatkan aktivitas sitotoksik sel darah mononuclear dari donor sehat.  Efek paling signifikan terlihat setelah 48 jam inkubasi TF pada konsentrasi 0,0001 - 0,1 mg/ml.  Inkubasi TF yang berasal dari kolostrum dan kuning telur itu meningkatkan sitotoksisitas sel darah 18-99%.  Peran TF antara lain meningkatkan aktivitas sel NK (natural Killer) sebanyak 200 - 400%.  Sel NK adalah pembasmi sel-sel yang terinfeksi penyakit.  Selain itu, TF juga menenangkan sistem imun yang terlalu aktif.  Dengan kata lain, autoimun dapat dicegah.  Itu penting dalam penanganan penyakit yang sistem kekebalan tubuhnya melampaui batas seperti lupus, alergi, asma dan psoriasis.

3. Dr Benny Foo [ MBBS (Melbourne), M App Sc (RMIT University) FAMAC, 
    Dip Orthomolecular Nutrition ] 
Banyak sekali yang dapat kita lakukan dan harus dilakukan. Jujur saya merasa Transfer Factor sangat diperlukan oleh semua orang di mana-mana sekarang ini. Karena banyak orang yang tidak mengetahui tentang Transfer Factor sehingga mereka tidak mengkonsumsi produk Transfer Factor fungsinya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kejujuran saya selama  43 tahun praktek di bidang kedokteran saya tidak pernah menemukan produk nutrisi seperti  Transfer Factor,  yang akan membantu kami untuk menjaga kondisi tetap baik. Saya sendiri memiliki komitmen untuk mengikuti misi ini untuk berbagi dengan semua orang tentang Transfer Factor Saya bertemu langsung atau tidak langsung dengan Anda

Dr Foo is a medical (MBBS) doctor who has practiced for more than 40 years in Malaysia, Singapore and in Australia. He is also the President of the Australian Chinese Medical Association of Victoria, and is on the Course Advisory Committee in Chinese Medicine in RMIT University, Senior Lecturer & Course Director  of Acupunture Foundation of Australia, Past President of Australian Medical Acupunture College.

4. Dr Victor Tutelian, MD, MPH Victor Tutelian, MD, MPH
Transfer Factor adalah hal yang paling menjanjikan di dalam sebuah revolusi dunia kesehatan , ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Kami baru saja memulai untuk mengeksplorasi semua potensi Transfer Factor, sebagai produk Nutrisi Transfer Factor adalah kemajuan dibidang kesehatan untuk masa depan.” 

5. Duane Townsend, MD
 “Saya seorang dokter kanker. Memperlakukan pasien saya terutama wanita dan kanker tentu saya mendorong para pasien yang sedang melakukan kemoterapi dan terapi radiasi untuk mengambil Transfer Factor. Ia membantu untuk mengatur sistem kekebalan tubuh dan berarti baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Saya memiliki pasien dengan kondisi infeksi kronis  yang mengambil Transfer Factorsecara teratur.

Saya juga telah memiliki pasien dengan infeksi kronis mengkonsumsi Transfer Faktor dan laporkan perbaikan juga. Transfer Factor adalah sains berbasis produk yang sangat baik dengan data dari berbagai peneliti. 

  
Dr. Townsend has had more than 32 years of distinguished experience in the medical field. He pioneered a surgical technique for the treatment of pre-malignant disease of the uterine cervix.  In addition, he has authored more than 90 scientific papers in peer review journals as well as over 15 chapters in research books.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar